Lien Ke II
Lien Ke II:
1. Selalu mempersalahkan Ahiang tidak memikirkan dia
2. Mama selalu menekan bahwa orang tua susah
3. Kasih uang jajan sangat ketat
4. Mama mengejar aku dengan rotan dan aku lari ke kolong ranjang
5. Harus seperti Leng Cua menghidupi adik adik
6. Ban San bisa menulis surat di dalam pesawat
7. Mama akrab dan ada hati menerima Aheng
8. Bilang sama mama Ji Long chi nka bo eng
9. Menyepak menyebat dan mempermainkan aku
10. Memukul aku pulang saat aku sedang bermain
11. Mama memarahi papa di belakang sampai papa meneteskan air mata
12. Mama sering mengeluh tidak punya uang
13. Kasih makan lo neng cuma 1/4
14. Phu to untuk Ke Ni
15. Beli Ovaltine, Kiam Pia dan Kekse susu
16. Sering mendapat Lao Hoi, Tao Pang kalau orang tunangan
17. Ingin sekali mendapatkan es yang ditawarkan tukang cakue
18. Telur ayam kampung untuk papa. Aku sangat menginginkannya namun kalau aku makan dimarahi
19. Mama tidur terlentang dan menarik roknya ke atas
20. Mencuci kain yang penuh dengan darah membuat aliran got sampai merah dan menggantungkan kainnya di gang (garasi)
21. Mama melarang aku bermain di luar rumah
22. Bilang sama Acim I Lien aku tidak mau makan daging
23. Mama duduk dengan wajah kosong dengan menopang Aheng
24. "Kua liau Ace sudah bo eng liau". Bicara dengan Aheng di gang berbatasan dengan ruang dalam terdengar olehku tanpa sengaja.
25. Sewaktu pergi ke rumah Ama kernek menyuruh mama ke luar dari mobil karena mama bayar kurang karena mama tidak menyuruh aku dan Aheng berdiri sehingga tidak mau bayar.
26. Pulang dari pasat ma (Hai Lam) mau naik sado mama menawar sangat lama dan menekan, menimbulkan perasaan didalam diriku aku ini harus sok (mengikat diri), menyiksa diri.
27. Pulang dari pasat ma mama marah-marah terhadap aku, tidak puas dengan diriku entah kenapa. Malamya mendengar pintu tertutup keras aku menangis. Tangisanku itu bukan karena aku takut tapi untuk mengharapkan perhatian dari mama.
28. Mau naik sepeda papa tidak boleh
29. Mama marah-marah dan benci sama huan na. Aku melihat A'i berbuat yang benar sedangkan perbuatan mama tidak benar lantas aku memprotes. Protesku tidak disukai oleh dia.
30. Mama A'Ong minum pil tidur mau bunuh diri. Mama mengejek sinis: "ke, ke nia"
31. Ayuk Ahim hamil. Mama bilang "an ncau bo ce sat si yo, sudah kau ha ni kuan liau, hidup ini seperti tidak ada harga bagi dia, mengerikan.
32. Mempersalahkan A'an dan adiknya Aho anak adik Mei Hua karena ibunya pelacur.
33. Mengatai Mei Hua mencuri minuman dari perkawinan orang tua Ming-Ming (Apui)
34. Selalu menekankan orang-tua susah dan selalu menekankan dirinya aufopfernd dan verantwortungsbewußt.
35. Memaki aku habis-habisan ketika aku mengambil air (panas) untuk ikan Ati (kakak A'Ong): "hua gong, hua siau", sangat verachtend.
36. Selalu mengatakan soi han eng tio mama, tua han tio tat sak khe mama. Timbul rasa takut sebagai anak.
37. Mama bilang sama A'mm ketika aku masih kecil tukang cah karena sering sakit dan tiam-tiam tong ti (tukang mengganggu). Hal ini membuat aku merasa takut dan merasa bersalah. Aku ada di kamar sedang berbaring.
38. "lui ha ni coi uan to lo lai", ketika melihat aku memiliki banyak uang dari orang yang panggil aku Akui.
39. Mama menyyuruh papa memukul aku karena dicap sebagai pengganggu ketika papa mengangkat tanah dengan ember yang tajam.
40. Ke rumah Abo sewaktu menjual Toto dekat rumah Akuang selalu mengeluh memberatkan aku
41. Mengejar aku ke loteng pakai rotan. Ternyata loteng juga bukan tempat yang aman sangat gampangdigapainya.
42. Mama perintah aku pergi beli barang di toko Yana dengan nada yang tidak menyenangkan/merendahkan membuat aku enggan untuk menuruti dia. Dia lalu memarahi dan mempersalahkan aku.
43. Setiap kali aku berbuat sesuatu, menghasilkan sesuatu selalu direndahkan oleh mama.