Friday, November 03, 2006

Harus seperti Leng Cua menghidupi adik-adik

5) Harus seperti Leng Cua menghidupi adik-adik
· Mama memarahi aku di depan rumah karena mengganggu Aheng. Sikapku mengganggu Aheng sebenarnya sebagai reaksi untuk mendapatkan perhatian. Aku memerlukan perhatian dari mama. Aku butuh kasih-sayang dari mama. Mama memarahi aku:
"cia kau ha ni kuan tua kho lo te le tong ti sio ti",
"ha ni kuan bo eng, u ia",
"u ia cim bo eng",
"le kua Leng Cua, lau pe shi e hiau than cia lai chi sio ti"
"le kua he ge co bi hun e masih (juga) e hia than chi sio ti, sio be".
Kecaman-kecaman mama terhadap diriku dengan mengambil contoh Leng Cua dan tukang Bi hun sebagai pihak yang baik dan aku sebagai pihak yang jelek membuat aku merasa bersalah. Sekilas seakan yang dikatakannya itu benar tapi sesungguhnya perbuatan yang biadab. Diriku diperlakukan seperti orang dewasa dengan meletakan beban begitu berat dipundakku. Tapi saat itu aku masih kecil aku tidak mengerti itu suatu pebuatan yang merusak jiwa seorang anak yang dilakukan oleh mamanya sendiri terhadap anak itu. Suatu perbuatan yang kotor dan jahat. Sebagai anak kecil dimarahi begitu aku merasa diriku yang bersalah dan menghukum diriku sendiri. Aku merasa diriku tidak berguna, tidak produktiv. Aku merasa diriku yang jeleklah makanya aku selalu disalahkan dan tidak disukai. Maka supaya aku diterima aku harus seperti orang-orang dewasa yang sukses dan baik: mencari uang menghidupi adik-adik dan meringankan orang-tua dan menggantikan fungsi papa walau aku sendiri masih anak kecil. Diriku diperas untuk berbuat demikian supaya dibilang baik.
· Aku berusaha sekuat tenaga supaya diriku diterima oleh mama. Aku berkata dalam diriku bahwa aku harus kuat. Aku harus peras diriku untuk menjadi seperti Leng Cua dan tukang Bi Hun. Tapi kenyataannya aku tidak mampu dan merasakan ketidakberhasilanku sebagai kegagalanku, kelemahanku dan kekurangaku. Jadi merupakan kesalahanku sendiri. Aku jadi sering dihantui rasa takut kalau papa mungkin suatu saat mati, maka aku harus sudah siap untuk menjadi kepala keluarga. Harus sudah bisa siap mencari uang menghidupi keluarga: mama dan adik-adik. Beban yang diletakkan mama diatas pundakku itu sangat besar. Yang mama interessiert itu cuma aku bisa atau mampu seperti Leng Cua atau tukang Bi Hun tapi auf alle Kosten. Dia sama sekali tidak memikirkan bahwa aku masih anak kecil dan memerlukan kasih-sayangnya. Apa yang terjadi padaku dan apa yang akan menimpa diriku dia tidak peduli.
Erstelldatum 03/08/00 10:29

0 Comments:

Post a Comment

<< Home