Friday, November 03, 2006

Mama akrab dan ada hati menerima Aheng

7) Mama akrab dan ada hati menerima Aheng
· Sering kali aku melihat kalau mama mencuci baju membawa Aheng di sampingnya. Kalau menyuruh aku ikut di sampingnya menunggu dia mencuci pakaian aku tidak betah karena membosankan. Yang herannya Aheng betah. Mungkin suasana yang dialami Aheng berbeda dengan yang aku alami. Mama punya rasa keakraban dengan Aheng sedangkan sikap mama terhadap diriku kasar dan tidak ada rasa akrab. Mama ada menunjukan perhatiannya pada Aheng sehingga Aheng pun betah dekat dengan dia. Lain dengan diriku yang sering dipandang dengan rasa tidak suka, diperlakukan dengan kasar, selalu dicap phai si (jahat) dan selalu mendapat bentakan-bentakan kasar.
· Aku melihat dari jauh keakraban antara Aheng dan mama membuat aku merasa diriku kotor, jahat dan jelek, punya sifat yang buruk karena aku merasa tidak diinginkan, sampai aku merasa tidak cukup berharga untuk mendekati mereka. Aku sering mau memukul Aheng karena merasa dia telah merebut cinta mama dari diriku. Kalau aku mau memukul Aheng dia selalu lari mencari perlindungan dari mama, lantas mama akan memarahi aku, mencap aku jahat dan jelek.
· Dulu sering timbul pertanyan didalam diriku. Mengapa diriku selalu tidak disukai. Mengapa diriku selalu salah. Mengapa mama lebih menerima Aheng dari pada diriku. Boleh dibilang jauh sekali bedanya perlakuan dia terhadap Aheng dengan perlakuannya terhadap diriku. Mama menerima Aheng ada dengan ada hati. Penerimaannya pada Aheng berasal dari keinginannya sendiri dan sikapnya juga lembut terhadap Aheng. Sedangkan sikap mama terhadap diriku kasar, diriku diperlakukan seperti pengemis, seperti sampah, sehingga aku merasa diriku tidak bernilai, jelek dan kotor sesuai dengan pandangannya atau perlakuannya terhadap diriku. Karena merasa iri terhadap Aheng yang selalu mendapatkan penerimaan dari mama membuat aku merasa diriku ini jahat, busuk hati dan buruk. Tapi herannya apapun yang kulakukan untuk memperbaiki diriku, aku ini tetap tidak pernah benar bagi mama. Dia tidak pernah merasa puas dan gembira dengan diriku. Apapun usahaku sikapnya terhadap diriku tetap negativ dan jelek.
Erstelldatum 03/08/00 16:22

0 Comments:

Post a Comment

<< Home